Hepatitis C
Fakta:
- Sekitar 150 juta orang secara kronis terinfeksi virus hepatitis C dan berpotensi mengakibatkan sirosis dan kanker hati, dan lebih dari 350.000 orang meninggal setiap tahun dari hepatitis C yang berhubungan dengan penyakit hati [i].
- Penderita hepatitis B dan C diperkirakan sebanyak 25 juta orang di Indonesia, sebanyak 50% di antaranya berkembang menjadi kronis dan 10% lainnya berkembang menjadi kanker hati [ii].
- Saat ini belum ada vaksin untuk hepatitis C, namun, penelitian pada penyakit ini masih terus berlangsung [iii].
Pengertian
Apakah hepatitis?
“Hepatitis” berarti (inflamasi) peradangan pada hati (liver) yang disebabkan oleh infeksi bakteri dan virus.
Apa perbedaan antara Hepatitis A, Hepatitis B, Hepatitis C dan?
Hepatitis A, Hepatitis B, dan Hepatitis C merupakan penyakit yang disebabkan oleh tiga virus yang berbeda. Meskipun dapat menyebabkan gejala yang sama, virus – virus tersebut memiliki modus transmisi dan kerusakan pada hati yang berbeda. Hepatitis A hanya muncul sebagai infeksi akut dan tidak menjadi kronis. Penderita Hepatitis A biasanya membaik tanpa pengobatan. Hepatitis B dan Hepatitis C juga dapat muncul sebagai infeksi akut, tetapi bagi beberapa kasus, virus tetap tinggal dalam tubuh, sehingga menjadi kronis.
Mekanisme Penularan
Bagaimana mekanisme transmisi penularannya?
Hepatitis C biasanya menyebar ketika darah dari orang yang terinfeksi Virus Hepatitis C (HCV) memasuki tubuh seseorang yang tidak terinfeksi. Hal ini dapat terjadi pada kegiatan – kegiatan seperti:
- Menggunakan jarum suntik atau alat injeksi lainnya yang terkontaminasi HCV.
- Menerima transfusi darah yang terkontaminasi.
- Dilahirkan dari ibu yang telah terinfeksi HCV.
- Hepatitis C dapat ditularkan melalui hubungan seks dengan orang yang terinfeksi atau berbagi barang pribadi yang telah terkontaminasi, tetapi ini jarang terjadi.
- Hepatitis C tidak ditularkan melalui air susu atau melalui kontak biasa seperti memeluk, menyentuh, dan berbagi makanan atau minuman dengan orang yang terinfeksi.
- Pengguna narkoba / obat suntik.
- Penerima donor darah.
- Orang yang menggunakan tindikan dan tatoo yang dibuat oleh peralatan yang tidak steril.
- Pasien gagal ginjal yang menjalani prosedur Hemodialisis selama bertahun – tahun.
- Petugas kesehatan yang terluka akibat jarum suntik.
- Pasien yang mengidap HIV.
Siapa yang beresiko untuk terkena Hepatitis C?
- Pengguna narkoba / obat suntik.
- Penerima donor darah.
- Orang yang menggunakan tindikan dan tatoo yang dibuat oleh peralatan yang tidak steril.
- Pasien gagal ginjal yang menjalani prosedur Hemodialisis selama bertahun – tahun.
- Petugas kesehatan yang terluka akibat jarum suntik.
- Pasien yang mengidap HIV.
Berapa lama virus Hepatitis C bertahan hidup di luar tubuh?
Virus Hepatitis C dapat bertahan hidup di luar tubuh setidaknya selama 16 jam, namun tidak lebih dari 4 hari pada suhu kamar.
Berapa risiko seorang wanita hamil menularkan Hepatitis C ke bayinya?
Hepatitis C jarang ditularkan dari wanita hamil kepada bayinya. Sekitar 4 dari setiap 100 bayi yang lahir dari ibu dengan hepatitis C terinfeksi virus. Namun, risiko menjadi lebih besar jika ibu juga terinfeksi HIV [iv].
Mungkinkah seseorang tertular Hepatitis C dari gigitan nyamuk atau serangga lainnya?
Berdasarkan penelitian, virus hepatitis C belum terbukti dapat ditularkan oleh nyamuk atau serangga lainnya hingga saat ini.
Gejala & Efek
Apa saja gejala dan akibat yang ditimbulkan dari Hepatitis C?
Masa inkubasi Hepatitis C adalah 2 minggu sampai 6 bulan. Setelah infeksi awal, sekitar 80% penderita tidak menunjukkan gejala apapun. Penderita dengan gejala akut akan menunjukkan demam, kelelahan, penurunan nafsu makan, mual, muntah, sakit perut, urin gelap, tinja berwarna abu-abu, nyeri sendi dan Jaundice (menguningnya kulit dan bagian putih mata).
Apakah mungkin ada penderita Hepatitis C yang tidak tahu tentang penyakitnya?
Ya, sebagian besar orang yang terinfeksi virus Hepatitis C namun tidak tahu kalau mereka terinfeksi karena mereka tidak merasa sakit atau menderita gejalanya.
Dapatkah seseorang menyebarkan Hepatitis C tanpa gejala?
Ya, seseorang dengan Hepatitis C meskipun tidak memiliki gejala, namun dapat menyebarkan virus ke orang lain.
Apa efek jangka panjang dari Hepatitis C?
Dari setiap 100 orang yang terinfeksi virus Hepatitis C, ada sekitar:
- 75-85 orang akan berkembang menjadi infeksi kronis.
- 60-70 orang akan terus berkembang menjadi penyakit hati kronis.
- 5-20 orang akan terus berkembang menjadi sirosis hati selama periode 20-30 tahun.
- 1-5 orang akan meninggal akibat sirosis atau kanker hati [v].
Rangkaian tes
Apakah tes yang digunakan untuk mendeteksi Hepatitis C?
- Tipe genotip 1, genotip ini lebih sulit untuk ditangani & membutuhkan waktu pengobatan yang panjang yaitu 1 tahun, umumnya terdapat pada orang Indonesia.
- Tipe genotip 2 dan 3 membutuhkan waktu pengobatan relatif singkat yaitu 6 bulan.
Pengobatan
Bagaimanakah mekanisme pengobatan Hepatitis C?
Tujuan pengobatan HCV adalah untuk menghilangkan virus dari darah dan mengurangi risiko sirosis dan kanker hati akibat infeksi jangka panjang HCV.
Banyak pasien dengan hepatitis C membaik dengan menggunakan terapi anti viral. Obat antiviral yang paling umum adalah kombinasi dari pegylated interferon alfa dan ribavirin. Sebagian besar pasien menerima suntikan pegylated interferon alfa per mingguan, sedangkan Ribavirin diminum dua kali sehari. Pengobatan dilakukan selama 24 – 48 minggu. Efek samping yang ditimbulkan Ribavirin yaitu dapat menyebabkan cacat lahir. Oleh karena itu penderita perempuan & istri penderita Hepatitis C harus menghindari hamil selama 6 bulan setelah pengobatan.
Telaprevir dan boceprevir adalah obat baru yang dapat digunakan untuk pasien dengan HCV genotipe 1. Obat-obat ini memiliki sejumlah efek samping, dan pasien harus diawasi dengan ketat.
Orang dengan hepatitis C juga harus:
- Berhati-hatilah untuk tidak mengkonsumsi vitamin, suplemen gizi, tanpa terlebih dahulu mendiskusikannya dengan dokter.
- Hindari zat-zat yang beracun untuk hati, termasuk alkohol. Bahkan sejumlah besar alkohol dapat mempercepat perkembangan hepatitis C, serta mengurangi efektivitas pengobatan.
- Melakukan vaksinasi terhadap hepatitis A dan B.
Pencegahan
Bagaimanakah mekanisme pencegahan Hepatitis C?
Pencegahan primer
- Tidak ada vaksin untuk hepatitis C. Risiko infeksi dapat dikurangi dengan:
- Menghindari suntikan yang tidak perlu dan tidak aman;
- Menghindari pengumpulan dan pembuangan limbah benda tajam yang tidak aman;
- Tidak menggunakan obat-obatan terlarang dan berbagi peralatan suntik;
- Tidak melakukan seks dengan orang yang terinfeksi hepatitis C;
- Tidak berbagi barang pribadi yang tajam yang mungkin terkontaminasi dengan darah yang terinfeksi;
- Menghindari tato, tindikan dan akupunktur yang dilakukan dengan peralatan yang terkontaminasi.
Pencegahan sekunder dan tersier
- Bagi orang yang terinfeksi dengan virus hepatitis C, direkomendasikan agar:
- Mendapatkan pendidikan dan konseling tentang pilihan untuk perawatan dan pengobatan;
- Mendapatkan imunisasi dengan vaksin hepatitis A dan B untuk mencegah koinfeksi dari virus hepatitis untuk melindungi hati mereka;
- Mendapatkan manajemen medis secara dini dan tepat termasuk terapi antiviral jika sesuai, dan
- Melakukan pemantauan secara berkala untuk diagnosis awal penyakit hati kronis.
0 comments:
Post a Comment