Pages

Tuesday, 25 January 2011

Pete

Petai atau Pete, buah yang tidak jauh berbeda dengan Jengkol sama-sama mempunyai aroma yang menyengat (bau kurang sedap), sudah pasti orang-orang kalau mendengar kata petai/pete pasti mencibir dan mengatakan “makanan yang mengeluarkan aroma bau naga/bau mulut dan bau pesing” sehabis kita menimatinya.
Jangan heran dengan buah ini disamping aromanya yang kurang sedap, petai / pete ini mengandung tiga (3) macam gula alami yang dihasilkan dari petai/pete, yaitu : sukrosa, fruktosa dan glukosa yang dikombinasikan dengan serat.
Konon tiga (3) kombinasi kandungan ini mampu memberikan dorongan tenaga yang instan, namun cukup lama dan cukup besar efeknya. Riset membuktikan dua porsi pete mampu memberikan tenaga yang cukup maksimal untuk melakukan aktivitas berat selama kurang lebih 90 menit lamanya.
Penelitian juga membuktikan bahwa petai/pete tidak hanya memberikan energi, namun juga mampu mencegah maupun dapat mengatasi beberapa macam penyakit, seperti :
Depresi
Menurut survei yang dilakukan oleh MIND diantara pasien penderita depresi, kebanyakan orang merasa lebih baik setelah mengkonsumsi/makan petai/pete, karena petai/pete mengandung tryptophan, sejenis protein yang diolah tubuh menjadi serotonin. Serotonin inilah yang akan membuat tubuh menjadi relaks serta memperbaiki mood dan membuat seseorang lebih bahagia.
PMS (premenstrual syndrome)
Vitamin B6 yang dikandung pete mengatur kadar gula darah, yang dapat membantu mood.Saat ‘tamu’ datang (khusus wanita), kaum hawa tidak perlu lagi pusing minum pil macam-macam, cukup atasi dengan makan pete.

Anemia
Petai/Pete mengandung zat besi yang sangat tinggi dan petai/pete dapat menstimulasi produksi sel darah merah dan sangat membantu apabila terjadi anemia.
Tekanan darah tinggi
Petai / Pete mengandung kalium yang sangat tinggi, tetapi rendah garam, oleh sebab itu sangat sempurna untuk memerangi tekanan darah. Kandungannya yang sangat tinggi, sehingga FDA Amerika mengizinkan perkebunan pete untuk melakukan klaim resmi mengenai kemampuan buah ini untuk menurunkan resiko tekanan darah dan stroke.
Kemampuan otak
200 siswa di Twickenham (Middlesex) tertolong dengan mudah melalui ujian pada tahun ini karena memakan pete pada saat sarapan, istirahat, dan makan siang. Riset telah membuktikan bahwa buah dengan kandungan kalium tinggi dapat membantu belajar dengan membantu siswa semakin waspada.
Sembelit
Karena kandungan serat yang tinggi, maka pete akan mempermudah menormalkan kembali aksi pencernaan, membantu mengatasi permasalahan ini tanpa harus kembali ke laksativ.
Obat mabuk
Salah satu cara paling cepat untuk menyembuhkan “penyakit” mabuk adalah milkshake pete, yang dimaniskan dengan madu. Pete akan membantu menenangkan perut dan dengan bantuan madu akan meningkatkan kadar gula darah yang jatuh, sedangkan susu akan menenangkan dan kembali memperbaiki kadar cairan dalam tubuh.
Kekenyangan
Pete memiliki efek antasid pada tubuh, sehingga bila dada anda terasa panas akibat kebanyakan makan,cobalah makan pete untuk mengurangi sakitnya.
Mual di pagi hari
Makan petai/pete diantara jam makan akan menolong mempertahankan kadar gula dan menghindari muntah.
Gigitan nyamuk
Selain buahnya, kulit bagian dalam petai/pete dapat mengobati sengatan nyamuk (gosok dengan kulit bagian dalam petai/pet eke daerah sengatan/gigitan nyamuk).
Untuk saraf
Petai/pete juga mengandung vitamin V dalam jumlah yang sangat besar, sehingga dapat membantu untuk  menenangkan sistem saraf.
Kegemukan
Penelitian di Institute of Psychology Austria menemukan bahwa tekanan pada saat kerja menyebabkan orang sering meraih makanan yang menenangkan seperti coklat dan keripik. Dengan melihat kepada 5.000 pasien di rumah sakit, peneliti menemukan bahwa kebanyakan orang mejadi gemuk karena tekanan kerja yang tinggi. Laporan menyimpulkan bahwa, untuk menghindari nafsu memakan makanan karena panik, kita butuh mengendalikan kadar gula dalam darah dengan ngemil makanan tinggi karbohidrat setiap dua jam untuk mempertahankan kadarnya tetap.
Luka lambung
Petai/pete juga digunakan sebagai makanan untuk merawat pencernaan di tubuh kita, karena texturnya yang lembut dan halus. Petai/pete adalah satu-satunya buah mentah yang dapat dimakan tanpa menyebabkan stress dalam beberapa kasus yang parah. Petai/pete juga mampu menetralkan asam lambung serta mengurangi iritasi dengan melapisi permukaan dalam lambung.
Mengatur suhu tubuh
Banyak budaya lain yang melihat petai/pete sebagai buah ‘dingin’ yang mampu menurunkan suhu tubuh dan emosi ibu yang menanti kelahiran anaknya. Contohnya : di Belanda, ibu hamil akan makan pete untuk meyakinkan agar si bayi lahir dengan suhu tidak tinggi. Seasonal Affective Disorder (SAD) (penyakit emosional yang kacau). Petai/pete juga dapat membantu penderitas SAD kerena mengandung pendorong mood alami, tryptophan.
Merokok
Petai/pete yang mengandung Vitamin B6 dan B12, bersamaan dengan kalium dan magnesium, membantu tubuh cepat sembuh dari efek penghentian nikotin. Sehingga dapat membatu para perokok untuk berhenti merokok.
Stress
Kalium adalah mineral penting, yang membantu untuk menormalkan detak jantung, mengirim oksigen ke otak dan mengatur keseimbangan cairan tubuh. Ketika kita stress, kecepatan metabolisme kita akan meningkat, sehingga akan mengurangi kadar kalium dalam tubuh. Hal ini dapat diseimbangkan lagi dengan bantuan makan petai yang tinggi kalium.
Stroke
Menurut riset dalam “The New England Journal of Medicine,” makan pete sebagai bagian dari makanan sehari-hari akan menurunkan resiko kematian karena stroke sampai 40%.
Dari fakta tersebut diatas anda harus percaya bahwa petai/pete adalah obat alami untuk berbagai macam penyakit. Jika dibandingkan dengan apel, petai/pete memiliki protein 4 kali lebih banyak, karbohidrat dua kali lebih banyak, tiga kali lipat fosfor, lima kali lipat Vitamin A dan zat besi, dan dua kali lipat jumlah vitamin dan mineral lainnya.

Related Post:

0 comments:

Post a Comment

 
www.e-referrer.com