Wayang golek adalah seni budaya aseli dari Jawa Barat, yang melatar belakangi cerita tentang “Ramayana dan Mahabarata”, selain wayang Golek ada juga Wayang Kulit yang melatar belakangi cerita yang sama.
Menurut silsilah yang seputar jalan jalan dapat, wayang golek berkembang di tanah Sunda pada masa Penembahan Ratu di Cirebon, dengan sebutan wayang papak atau wayang cepak, disebut demikian karena bentuk kepala
wayang yang datar. Pada tahun 1650-1662 masa Pangeran Girilaya, wayang mengambil lakon dari babad tanah jawa yang banyak berhubungan dengan penyebaran agama Islam, dan baru pada tahun 1840 wayang golek mengambil cerita dari Ramayana dan Mahabarata.
wayang yang datar. Pada tahun 1650-1662 masa Pangeran Girilaya, wayang mengambil lakon dari babad tanah jawa yang banyak berhubungan dengan penyebaran agama Islam, dan baru pada tahun 1840 wayang golek mengambil cerita dari Ramayana dan Mahabarata.
Menurut cerita orang tua kita dulu (nenek, kakek, dan uyut), kesenian wayang golek menggunakan bahasa Jawa Cirebonan, setelah sekian lama baru menggunakan bahasa Sunda sampai saat sekarang ini.
Lain lagi dengan wayang kulit yang bentuknya gepeng / pipih dan tidak menyerupai manusia, struktur tersebut tidak menyerupai manusia, sedangkan wayang golek berbentuk boneka yang memiliki struktur mendekati mirip manusia, walaupun demikian tetep tidak bisa disebut dengan tiruan manusia. Hal demikian sangat begitu penting karena pada waktu itu Islam melarang membuat patung atau gambar yang berupa manusia karena dikhawatirkan akan disembah dan dikeramatkan.
Wayang Golek ataupun Wayang Kulit, kesenian ini memuat nilai nilai budaya dan kebijaksanaan tradisional, nilai nilai yang tetap dianut dalam pakem pedalangan. Kode etik dalam pedalangan wayang golek disebut “Sapta Sila Kehormatan Seniman Seniwati Pedalangan Jawa barat” dengan tujuannya adalah mendidik masyarakat lewat teladan yang baik. Dan kemudian membantu pemerintah untuk menyampaikan kebijakan atau pesan pesan ke masyarakat melalui kesenian wayang golek tersebut.
Hingga sekarang pementasan wayang golek harus menyuguhkan kepribadian bangsa khususnya suku Sunda.


0 comments:
Post a Comment