Pages

Tuesday, 1 February 2011

Jalan Jalan Ke Tugu Monas (Monumen Nasional)

Siapa yang tidak kenal dengan MONAS, Tugu Monas dengan kepanjangannya Monumen Nasional dengan tinggi 132 meter (433 kaki) yang didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indoneia untuk merebut kemerdekaan dari pemerintahan kolonial Hindia Belanda. Tugu Monas (Monumen Nasional) didirikan pada tahun 1959 dan diresmikan pada tahun 1961.

Taman Monas
Wisata MURMER (murah meriah) istilah ana-anak muda sekarang menyebutnya kalau berkunjung ke Tugu Monas khususnya ke Taman Monas ini karena di Taman Monas ini beragam aktifitas dilakukan oleh para pengunjung, ada yang bermain sepeda, sepk bola, bermain layangan, dan berolahraga dan ada juga duduk dibawah rindangnya pepohonan di Taman Monas bersama keluarga. Dan tidak ketinggalan juga Taman Monas dilengkapi dengan kolam air mancur yang dapat menari, pertunjukan air mancur menari ini sangat menarik di tontonnya pada malam hari karena bermandikan sinar lampu yang menghiasinya. gerakan dan liukan airnya mengikuti alunan lagu dan tidak ketinggalan juga ada pertunjukan sinar laser yang berwarna-warni di air mancur ini.


DI Taman Monas ini anda tidak usah khawatir, apabila anda capek setelah melakukan aktifitas dan badan terasa pegal-pegal disini banyak jasa yang menyediakan pijat refleksi yang dapat menyegarkan kembali tubuh anda setelah melakukan aktifitas bermain di Taman Monas. 

Sejarah Monas
(source : http://www.kumpulan.info)
Monas mulai dibangun pada bulan Agustus 1959. Keseluruhan bangunan Monas dirancang oleh para arsitek Indonesia yaitu Soedarsono, Frederich Silaban dan Ir. Rooseno. Pada tanggal 17 Agustus 1961, Monas diresmikan oleh Presiden Soekarno. Dan mulai dibuka untuk umum sejak tanggal 12 Juli 1975.
Sedangkan wilayah taman hutan kota di sekitar Monas dahulu dikenal dengan nama Lapangan Gambir. Kemudian sempat berubah nama beberapa kali menjadi Lapangan Ikada, Lapangan Merdeka, Lapangan Monas dan kemudian menjadi Taman Monas.
Ukuran Dan Isi Tugu Monas
Monas dibangun setinggi 132 meter dan berbentuk lingga yoni. Seluruh bangunan ini dilapisi oleh marmer.


Ukuran Monas

  • Lidah Api
Di bagian puncak terdapat cawan yang di atasnya terdapat lidah api dari perunggu yang tingginya 17 meter dan diameter 6 meter dengan berat 14,5 ton. Lidah api ini dilapisi emas seberat 45 kg. Lidah api Monas terdiri atas 77 bagian yang disatukan.
  • Pelataran Puncak
Pelataran puncak luasnya 11x11 m. Untuk mencapai pelataran puncak, pengunjung bisa menggunakan lift dengan lama perjalanan sekitar 3 menit. Di sekeliling lift terdapat tangga darurat. Dari pelataran puncak Monas, pengunjung bisa melihat gedung-gedung pencakar langit di kota Jakarta. Bahkan jika udara cerah, pengunjung dapat melihat Gunung Salak di Jawa Barat maupun Laut Jawa dengan Kepulauan Seribu.
  • Pelataran Bawah
Pelataran bawah luasnya 45x45 m. Tinggi dari dasar Monas ke pelataran bawah yaitu 17 meter. Di bagian ini pengunjung dapat melihat Taman Monas yang merupakan hutan kota yang indah.
  • Museum Sejarah Perjuangan Nasional
Di bagian bawah Monas terdapat sebuah ruangan yang luas yaitu Museum Nasional. Tingginya yaitu 8 meter. Museum ini menampilkan sejarah perjuangan Bangsa Indonesia. Luas dari museum ini adalah 80x80 m. Pada keempat sisi museum terdapat 12 diorama (jendela peragaan) yang menampilkan sejarah Indonesia dari jaman kerajaan-kerajaan nenek moyang Bangsa Indonesia hingga G30S PKI.
Selain itu direncanakan untuk ditampilkan bendera pusaka dan naskah proklamasi yang asli di dalam bangunan Monas. Di sini juga ditampilkan rencana pembangunan kota Jakarta.


Related Post:

0 comments:

Post a Comment

 
www.e-referrer.com