Pages

Friday, 22 October 2010

(oleh-oleh dari Manado-Sulawesi Utara) Dari Tondano Kembali ke Tondano

Seputar Jalan Jalan mengucapkan terimakasih yang telah diberi kesempatan untuk mendapatkan ceritera sejarah "Sam Ratulangie" yang kami dapatkan dari sumbernya langsung (keluarga  keturunan Sam Ratulangie - Tante Lani dan Om Gandhi - Ratulangie). pada acara "Upacara Peringatan, Ziarah dan Peresmian Pembukaan Pameran Foto, 30 Juni 2010 di areal Monumen Sam Ratulangie di Tondano, SULUT".


CERITERA SAM RATULANGIE
Pada 5 November 1890 Sam Ratulangi lahir di rumah yang digambarkan disini di Tounkuramber, Tondano. Minahasa. Ayahnya bernama Jozias Ratulangie dan ibunya bernama Augustina Ratulangie-Gerungan. Kakak tertua bernama Kayes dan yang seorangnya lagi bernama Wulan.
Rumah di Tounkuramber, Tondano. Minahasa
Ayah - Ibu Sam Ratulangie
Keluarga besar Ratulangie-Gerungan bersama saudara lainnya
 Sam Ratulangie bersekolah di Tondano
Pemuda Sam bersama saudara-saudara
Sam bersama saudara sebelum berangkat ke Eropa
Di pertengahan tahun 1913 Sam berangkat naik kapal ke Eropa, seperti mereka yang lazim ke negeri Belanda waktu ia turun dari kapal di Napoli, Italia, lalu meneruskan perjalanannya dengan kereta api ke Amsterdam. Sam sempat bekerja di suatu dermaga untuk menambahkan dan melengkapi jumlah dana untuk memenuhi biaya hidupnya. Menjelang mulainya tahun kuliah ia mendaftarkan diri pada Fakultas Ilmu Pasti dan Alam Universitas Amsterdam.

Setelah dua tahun Sam lulus mendapat ijazah K1 yang memberi kepadanya hak mengajar pada sekolah menengah.
 Sam bersama seorang temn di negeri Belanda
Di negeri Belanda Sam aktif dalam berorganisasi Indische Vareeniging dan menjadi ketua 1914-1915. Disana pula ia berkenalan dengan Suze Houtman dan 1915 menikah dengannya.

Sam ingin meneruskan ketingkat S3 (Program Doktor) di Universitas Amsterdam tetapi ditolak oleh Dewan Universitas karena berbagai alasan. Atas nasehat Mr. Abendanon Sam meneruskan penelitiannya di Universitas Zuerich, Swiss. Di tahun 1919 Sam lulus mencapai gelar Doktor Phil dalam ilmu Matematika dari Universitas Zuerich. Segera Sam melapor kepada kementrian urusan jajahan dan mengajukan lamaran untuk dapat bekerja di tanah airnya. Permohonannya dikabulkan dan diterbitkanlah Surat Keputusan oleh Menteri Urusan Jajahan untuk Sam bertugas mengajar di ibukota Indah Jogyakarta pada Sekolah Teknik "Prins Hendrik" dengan gaji yang cukup besar (fl. 500,-) disamping itu istrinya pun sebagi dokter medis yang bertaraf S3 mendapat gaji (fl. 400,-). Dengan dana yang besar mereka dapat hidup dengan sangat baik, mendiami rumah di jalan utama kota.
Namun ini menjadi duri dimata orang-orang belanda yang menganggap bahwa orang yang bukan Belanda seperti Sam tak patut hidup demikian.
Sam sebagai "INLANDER" sudah terlanjur membangkitkan iri hati dan rasa dengki dikalangan orang-orang Belanda dan Indo-Belanda. Tak ketinggalan pula cemoohan melalui surat kabar, hal seperti itu kini dinamakan "pembunuhan karakter". Teristimewa seorang wartawan Zendtfliet yang melancarkan aksi tersebut. Setelah bertugas selama dua tahun maka suami-istri Sam dan Suze memutuskan untuk melepaskan diri dari status pegawai negeri jajahan dan berwira swasta di kota sejuk Bandoeng.
Di kota ini lahirlah kedua anak dari pasangan Sam dan Suze "anak sulung laki-laki dipnggil secara akrab dengan nama Oddie dan adiknya dipanggil Zus". Suze membuka praktek sebagi dokter dan Sam mendirikan Levensverzekerings Maatschappij "INDONESIA" (Perusahaan Asuransi), konon tercatat bahwa mahasiswa Fakultas Teknik yang bernama Soekarno tertegun saat meliwati kantor Sam melihat nama "INDONESIA" terpampang secara publik di negeri jajahan Nederlandsch Indie. Sam juga aktif mendirikan majalah mingguan "PENINDJAUAN" bersama seorang kawan Mr. Dahler, dan menurut informasi Sam juga sempat menjadi anggota dari Dewan Kota Pradja Bandoeng. Setelah beberapa tahun Sam mendengar bahwa ada kemungkinan untuk menjadi anggota pada MINAHASA RAAD di Manado. Keluarga muda Sam dan Suze pun bertolak ke Minahasa dan Sam turut mendirikan partai yang dinamakannya "PERSATOEAN MINAHASA". Maka mulailah Sam mencurahkan tenaganya di dunia politik. Ia berhasil dipilih dan menjadi Sekretaris dari Minahasa Raad.
Sam duduk dibaris depan nomor 3 dari kiri
Ada beberapa hal yang dapat dicatat sebagi hasil upaya Sam sewaktu bekerja di Minahasa Raad; pertama-pertama dapat disebut ia berhasil menghapuskan "HERENDIENSTEN" yang sangat membebani rakyat (sejenis pajak yng diberlakukan kepad orang tak mampu membayar pajak dn diganti dengan krja paksa tanpa berupah). Disamping ini Sam berhasil dalam mengajukan dan merealisasikan program "KOLONISASI" yang dalm istilah kini disebut : transmigrasi. Sebagian penduduk Tondano tertentu dipindahkan ke daerah Modoinding. Sam sendiri yang mengantarkan kelompok yang pertama-tama. Mereka berangkat dengan menunggang kuda. Hal ini merupakan sukses yang sampai kinipun dikenang oleh penduduk Modoinding. Masih ada jasa lain dari Sam sewaktu di Minahasa Raad : Ia berhasil mengajk para dermawan untuk mendirikan Yayasan Dana Belajar untuk membantu pemuda-pemuda berbakat yang kekurangan dana untuk meneruskan pelajarannya. Ia juga mendirikan Serikat Penanam Kelapa untuk menghindarkan petani kelapa dari tindakan pengijon. Disamping ini semua ia pula yang mendirikn rumah gadai pemerintah di Minahasa untuk melawan rumah gadai swasta yang mencekik leher penggadai.
Namun di tahun-tahun 1926 mendung mulai meliputi keluarga Sam dan Suze. Terjadilah satu perpecahan dalam kehidupan suami-istri ini yang rupa-rupanya tak dapat terelakan. Kedua anak ditentukan harus tetap brsama ayahnya dan Suze pindah ke Makasar. Walaupun Sam dalam masa dimana ia  berupaya mengatasi kesulitan pribadi yng dialaminya Sam tak terpuruk akan tetapi bangkit berdiri dengan rencana hidup yang baru : ia akan mencalonkan dirinya untuk menjadi angguta Volksraad yang bertempat di Batavia dan iapun berhasil dan ia mewakili Persatoean Minahassa.
Setahun kemudian Sam berkenalan dengan gadis Manado bernama Marie Tambajong, anak hukum besar dari Tombasian. Marie yang secara akrab dipanggil Tjennie adalah guru disalah satu Europeesche Legereschool di Batavia.
Tjennie (1927)
Sam meminang gadis ini, dan dengan direstui orang tua Tjennie, menempuh upacara perkawinan. resepsi perkawinan dihadiri berbagai anggauta Volksraad dan juga kawan-kawan dekat Sam seperti M. Husni Thamrin, Soetardjo Kartohadikusumo dll. Di Volksraad Sam tidak memperhatikan masalah-masalah pendidikan, ekonomi dan politik saja akan tetapi juga masalah-masalah sosial. Masyarakat pekerja di Indonesia yang terkena imbas dari malaise yang melanda di Eropa misalnya gaji buruh onderneming dipotong menjadi 45%. Untuk memperkuat bargining position golongan-golongan ini Sam anatara lin mendirikan Vereniging Voor Onder Officieren B (VOOB) untuk opsir-opsir rendahan yang bekerja di Koninklijke Paketvaart Maatschappij (KPM). Pidato-pidato Sam di Volksraad brilyan dan berdasarkan data yang akurat dan kajian yang jitu dikagumi rekan-rekannya. Misalnya dalam "Verarmingsfactoren" (faktor-faktor yang memiskinkan) ia memperlihatkn bahwa rakyat Indonesia semakin miskin disebabkan oleh oleh karena arus dana yang mengalir ke Nederland terlalu keras. Jelas-jelas hal ini kurang sedap ditelinga penjajah maka dicarilah oleh penjajah alasan untuk mengexitkn Sam dri Volksraad. Hal ini dilkukan dengan menjebak Sam menandatngani satu deklarasi biay perjalanan yang keliru yakni melebihi fl. 100,- (kira-kira nilainya 1/5 dari gajinya sewaktu Sam menjadi guru di Jogya). Pada saat sedang sibuk berdiskusi dengan seorng rekan Sam menandatangani deklarasi itu dan kecorobohan itu diajukan sebagi dasr untuk menghukum Sam 4 bulan kurungan di Bandung. Selain hukuman itu Sam juga dipecat dari Volksraad. Semasa di penjara Sam mempersiapkan strategi perjuangan lnjutan. Ia akn menerbitkan majalh mingguan berbahsa Belanda yang diberi nama "Nationale Commentaren"  yang berarti "komentar nasional". Dengan kerja keras dibantu oleh istrinya, Sam mulai menerbitkan majalh mingguan ini di Bandung. Dan ternyata mingguan ini menjadi sukses luar biasa. Bukan saja para intelektual Indonesia diseluruh Indonesia tetapi juga para penjajah di Ned. Indie maupun di negeri Belanda juga bersedia mengeruk kocek mereka untuk berlangganan.
Keluarga Sam ikut maju, dari rumah kecil di Wajanglaan Bandung, mereka pindah ke Laan Wiechert di Batavia kemudian ke Kramatlaan. Banyak keponakan-keponakan dari Manado ber-indekost di rumah Sam.
Rumah di Jakarta (1939)
Selaku wiraswasta Sam bebas berorganisasi dan dengan aktif mengikuti pergerkn kebangsaan di Batvia. Sam sempat pula mendirikan Vereniging Van Indonesische Academici (V.I.A) yang dalam bahasa Indonesia adalah "Persatuan Cendikiawan Indonesia". Organisasi ini sempat mengundang Presiden Quezon dri Republik Pilipina beserta istrinya untuk kunjungan silaturhmi ke Indonesia. Pada gambar dibawah ini Sam terlihat  berdiri di samping Presiden Quezon.
Sewaktu Perang Dunia II dimabang pintu rumah kediaman Sam dan Husni Thamrin digeledah karena diduga menjadi mata-mata Jepang. Akibat dari tindakan kasar ini maka Husni Thamrin jatuh sakit dan tidak diijinkan mendapatkan perawatan dokter oleh Belanda sehingga tidak lama kemudian meninggal dunia. Secara visual saya sebagai anak kecil tidak banyak mengetahui mengenai korban-korban yang konon jatuh dari pihak orang-orang di Batavia. Namun serdadu-serdadu KNIL dimana antara antara lain banyak orang Manado ikut dibawa Belanda ke Australia, dimana keluarga-keluarga mereka ditinggalkan di kampemen-kampemen seperti Tiende Bat yakni komplek KNIL dikawasan Senen, Jakarta. Oleh Wolter Saerang bersama dengan Sam Ratulangie diupayakan bantuan kepada mereka dalam satu organisasi bernama Badan Penolong Korban Perang Sulawesi yang beralmat di Kramat Raya 75 di Jakarta. Badn ini kemudian bernama Penolong Kaum Slebes (PeKaSe) yng erkantor di Jalan Asem baru 28, (sekarang jalan Sam Ratulangie 28) Jakarta. Badan ini yang berawal dengan tugas-tugas sosial kemudian menjadi cikal bakal dri organisasi Kebaktian Rakyat Indonesia Sulawesi atau disingkat KRIS. Organisasi KRIS ini tumbuh berkembang dibawah pimpinan Mr. Alex Maramis yang cakap memanage serta pintar mngumpulkan dana dan dengan kejujuran dan dedikasi tinggi mengatur agar anggauta-anggauta KRIS dilengkapi dengan seragam DAN bersenjata lengkap untuk membantu kaum yang terancam oleh kekejaman yang dimasa itu meraja-lela. Jadi KRIS ini bukan didirikan oleh kelompok lain yang kemudian memperkenalkan dirinya sebagi pendiri akan tetapi oleh Oom Alex Maramis. Saat Jepang bercokol diseluruh Indonesia maka Jepang kewalahan mengatur daerah secara sipil administratip di kepulauan yang luas kita ini. Khususnya di Indonesia bagian timur terasa kekosongan. Maka Sam diminta untuk bersama para cendikia muda asal Sulawesi yang ada di Jawa hijrah ke Makasar untuk membantu mengisi kekosongan yang ada. maka sekitar tahun 1943 Sam berangkat beserta keluarga dan ditemani puluhan pemuda dan pemudi, dri Jakarta ke Surabaya lalu dengan kapal ke Makasar. Putera dan puteri tertua tinggal di Jakarta dan Bandung. Di Makasar saat itu hampir setip hari bom dijtuhkan oleh tentara sekutu sehingga keluarga Sam terpaksa mengungsi ke Bonto Ramba sebuah desa dekat Makasar di kintal kelurga Rotinsulu. Jepang kalah perang dan Sam bersama beberapa pemuka Sulawesi Selatan di undang ke Jakarta.

SAM RATULNAGIE ditangkap NICA dan di buang ke Serui, Papua (1946)
Proklamasi kemerdekaan 17 8 1945
Ir. Moh Nur, Prof Radjiman, Dr. Ratulangie
Sam Ratulangie ditetapkan menjadi Gubernur Sulawesi (1945)
Protes para pemuda di Jogya (1946) atas penangkapan Gubernur Sulawesi
Sam Ratulangi memberikan kuliah di Serui
Sketsa kedatangan rombongan "Oknum Berbahaya"
Para "Oknum berbahaya" berkebun untuk memberikan contoh bercocok tanam
 Sam Ratulangie bermain layangan dengan anak terkecil bersama masyarakat setempat
Pada sketsa diatas, Sam Ratulangie merawat ternak peliharaan
Kelompok Buangan berdiskusi mengenai perkembangan dan menetapkan strategi


SETELAH PERSETUJUAN RENVILLE para buangan dilepaskan

Rombongan keluarga-keluarga di Tanjung Priok untuk diteruskan ke Jogyakarta
Keluarga Sam dn seorang teman di Tanjung Priok
Ini adalah ketujuh pemimpin perjuangan dari Makasar yang dibuang oleh NICA selama 3 tahun ke Serui, Lanto Dg Pasewang, Sam Ratulangie, Latumahina, Intje Saleh, Tobing, Suwarno, Pondaag
 Pada perjalanan ke Jawa rombongan singgah di Makasar dan disambut kawan-kawan lama
Dalam perjalanan ke Jogya rombogan diundang menghadiri HUT KRIS di Madiun (1948). Diterima bagaikan selebriti di Madiun


SESAMPAI DI STASIUN JOGYAKARTA

Tak ketinggalan pula rangkaian bunga tanda penghargaan dari masyarakat
Pejemput sudah menanti
Oom Alex Maramis dan Mr. Pringgodigdo juga menjemput

SETELAH ISTIRAHAT Presiden. SOEKARNO mengundang untuk jamuan makan di Istana Negara

Diskusi serius antara kedua pemimpin kemerdekaan
Diselingi dengan humor yang menyegarkan
Ibu Fatmawati juga mahir menjaga suasana yang meriah
Berfoto "ex buangan" yang tertua dan termuda bersama Presiden dan Wakil Presiden

Masih berlanjut .. (beberapa file yang belum diupload karena koneksi internetnya lagi down, mohon maaf) (",)

Related Post:

1 comments:

Blogger said...

SAYA MAS ANTO DARI JAWAH TENGAH.
DEMI ALLAH INI CERITA YANG BENAR BENAR TERJADI(ASLI)BUKAN REKAYASA!!!
HANYA DENGAN MENPROMOSIKAN WETSITE KIYAI BODAS DI INTERNET SAYA BARU MERASA LEGAH KARNA BERKAT BANTUAN BELIU HUTANG PIUTAN SAYA YANG RATUSAN JUTA SUDAH LUNAS SEMUA PADAHAL DULUHNYA SAYA SUDAH KE TIPU 5 KALI OLEH DUKUN YANG TIDAK BERTANGUNG JAWAB HUTANG SAYA DI MANA MANA KARNA HARUS MENBAYAR MAHAR YANG TIADA HENTINGNYA YANG INILAH YANG ITULAH'TAPI AKU TIDAK PUTUS ASA DALAM HATI KECILKU TIDAK MUNKIN SEMUA DUKUN DI INTERNET PALSU AHIRNYA KU TEMUKAN NOMOR KIYAI BODAS DI INTERNET AKU MENDAFTAR JADI SANTRI DENGAN MENBAYAR SHAKAT YANG DI MINTA ALHASIL CUMA DENGAN WAKTU 2 HARI SAJA AKU SUDAH MENDAPATKAN APA YANG KU HARAPKAN SERIUS INI KISAH NYATA DARI SAYA.....

…TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA AKI BODAS…

**** BELIAU MELAYANI SEPERTI: ***
1.PESUGIHAN INSTANT 10 MILYAR
2.UANG KEMBALI PECAHAN 100rb DAN 50rb
3.JUAL TUYUL MEMEK / JUAL MUSUH
4.ANGKA TOGEL GHOIB.DLL..

…=>AKI BODAS<=…
>>>085-320-279-333<<<






SAYA MAS ANTO DARI JAWAH TENGAH.
DEMI ALLAH INI CERITA YANG BENAR BENAR TERJADI(ASLI)BUKAN REKAYASA!!!
HANYA DENGAN MENPROMOSIKAN WETSITE KIYAI BODAS DI INTERNET SAYA BARU MERASA LEGAH KARNA BERKAT BANTUAN BELIU HUTANG PIUTAN SAYA YANG RATUSAN JUTA SUDAH LUNAS SEMUA PADAHAL DULUHNYA SAYA SUDAH KE TIPU 5 KALI OLEH DUKUN YANG TIDAK BERTANGUNG JAWAB HUTANG SAYA DI MANA MANA KARNA HARUS MENBAYAR MAHAR YANG TIADA HENTINGNYA YANG INILAH YANG ITULAH'TAPI AKU TIDAK PUTUS ASA DALAM HATI KECILKU TIDAK MUNKIN SEMUA DUKUN DI INTERNET PALSU AHIRNYA KU TEMUKAN NOMOR KIYAI BODAS DI INTERNET AKU MENDAFTAR JADI SANTRI DENGAN MENBAYAR SHAKAT YANG DI MINTA ALHASIL CUMA DENGAN WAKTU 2 HARI SAJA AKU SUDAH MENDAPATKAN APA YANG KU HARAPKAN SERIUS INI KISAH NYATA DARI SAYA.....

…TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA AKI BODAS…

**** BELIAU MELAYANI SEPERTI: ***
1.PESUGIHAN INSTANT 10 MILYAR
2.UANG KEMBALI PECAHAN 100rb DAN 50rb
3.JUAL TUYUL MEMEK / JUAL MUSUH
4.ANGKA TOGEL GHOIB.DLL..

…=>AKI BODAS<=…
>>>085-320-279-333<<<

Post a Comment

 
www.e-referrer.com