Salam jumpa lagi …. Kali ini seputar jalanjalan akan membuka perjalanan kami di kota Garut, yang mana tulisan kami terdahulu menceritakan tentang kota Garut yang terkenal dengan penganan kecilnya yaitu “DODOL GARUT”. Masih banyak yang akan seputar jalan jalan ceritakan disini, kebetulan sekali kami akan turunkan tentang alam kota Garut yang sangat-sangat indah sekali dan udaranya sangat sejuk tidak kalah sejuknya di LEMBANG (BANDUNG-JAWA BARAT) dan di PUNCAK (BOGOR-JAWA BARAT).
Awalnya seputar jalan jalan menganggap Kota Garut tidak beda jauh dengan “Puncak, dan Cibodas di kota Bogor” tetapi perkiraan kami meleset ternyata di Kota Garut masih sangat asri sekali, mungkin para investor belum melirik untuk menanamkan investasinya di kota Garut (dibidang pariwisata) atau Pemda Garut membuat aturan ketat untuk daerah (wilayah) yang harus dijaga keasriannya jangan sampai terjadi seperti di Kota Bogor yang banyak bermunculan pohon-pohon beton ditengah-tengah perkebunan dan pegunungan kebun teh.
Kota Garut menurut kami masih banyak sentuhan-sentuhan dari tangan PEMDA setempat terutama sekali di wilayah Cipanas, di Cipanas ini mirip sekali dengan keadaan di Jogyakarta terutama di jalan Malioboro dan terutama sekali di jalan Dagen, disini banyak penginapan-penginapan yang menyatu dengan perumahan masyarakat setempat dan harganya sangat terjangkau dengan fasilitas yaitu air panas dari sumber alam yang terdapat di Kota Garut. Mungkin kalau Pemda setempat ikut turun tangan dalam penataan lokasi yang ada di Cipanas akan tertata rapih dan apik seperti di kota Jogyakarta terutama sekali penginapannya. Harga rata-rata penginapan disini sangat bervariatif harganya yaitu antara 150 – 300 ribu rupiah dengan fasilitas kolam renang air panas dan semuanya menggunakan atau memanfaatkan sumber air panas yang terdapat di Kota Garut tetapi tidak semua penduduk mendapatkannya itu semua ada prosedurenya untuk dapat menikmati air panas yang alami tersebut.
Ada beberapa pesan dari seputar jalan jalan, jika para netter bermalam di Cipanas dan ingin menikmati jajanan yang ada di luar penginapan hendaknya bertanya dulu untuk harganya, karena kejadian yang kami alami yaitu ketika para crew kami tiba di penginapan, didukung dengan udara yang sejuk para crew kami merasakan lapar yang menyerang dan para crewpun menyerang warung indomie/kopi yang ada di sekitaran penginapan tersebut, apa yang terjadi ketika para crew kami akan membayarnya ???, semangkok indomie rebus plus telur dihargai 15 ribu, segelas indocoffee mix dihargai 7 ribu, segelas air putih dikenakan charge 2 ribu dan sebungkus rokok semua merk dihargai 17 ribu. Karena sudah termakan semuanya akhirnya para crew kami membayar dengan tidak ihklas karena harganya diluar perkiraan kami akhirnya kami semua sepakat untuk selanjutnya kami tidak akan makan atau mampir di warung tersebut kembali. Kami sangat menyayangkan sekali dengan tingkah laku para pedagang tersebut, ingin untung besar hanya pada saat itu selanjutnya warung yang ada disekitaran penginapan Cipanas sepi pengunjungnya, dari pihak kami saja total crew yang menginap di Cipanas kurang lebih 70 orang dan lama kami menginap di Cipanas 10 hari. Semoga saja Pemda atau pengelola penginapan di Cipanas-Kota Garut membaca tulisan kami ini sehingga dapat membenahi semuanya yang ada di Cipanas dan selanjutnya Cipanas akan ramai pengunjungnya dan menjadikan para pengunjungnya betah di Cipanas dan tidak merasa jera dengan harga-harga jajajanan yang ada di sekitar penginapan tidak menjerat leher para pengunjung/tamu yang menginap.



1 comments:
tempat wisatanya menarik ... keren dan top habis
Post a Comment