Pages

Monday, 18 October 2010

(Masih seputar kalasey) Reklamasi Kalasey Ancam Ekosistem

Proyek reklamasi pantai seluas 60 hektar oleh sejumlah pengusaha di pantai Kalasey dan Malalayang, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, ditentang masyarakat dan aktivis lingkungan. Reklamasi tersebut dinilai merusak ekosistem pesisir pantai dan laut yang merupakan habitat beragam jenis ikan serta binatang endemik.
Aktivis lingkungan Terry Sawotong dan Angelika Batuna di Manado, Sabtu (9/10), mengatakan, lokasi reklamasi merupakan salah satu tempat penyelaman menarik setelah Bunaken. Tempatnya berada pada bekas titik penyelaman massal tahun 2009 dalam rangka pemecahan rekor dunia ajang Sail Bunaken.
”Lokasi itu memiliki daya tarik karena memiliki keanekaragaman terumbu karang dan ikan serta hewan laut yang unik. Setiap hari lima boat (perahu motor) memuat turis asing menyelam di sana,” kata Terry.
Menurut Angelika, di sana terdapat kuda laut, ikan kodok, gurita, dan ikan mandarin yang merupakan daya tarik khusus.
Keduanya berharap Pemerintah Kabupaten Minahasa meninjau kembali keputusan mereklamasi pantai yang kini juga menuai protes masyarakat.
Reklamasi, lanjut Terry, berakibat pada ekonomi masyarakat pesisir. Artinya, mereka akan kehilangan mata pencarian sebagai nelayan. ”Reklamasi juga berisiko menimbulkan banjir dan sedimentasi yang berujung pada timbulnya beragam penyakit sebagai dampak banjir,” paparnya.
Bupati Minahasa Vreeke Runtu berjanji akan memerhatikan aspirasi masyarakat. ”Rencana reklamasi itu sudah didahului penelitian dari berbagai aspek, termasuk lingkungan laut. Meski demikian, kami akan perhatikan protes warga,” katanya seraya menambahkan, reklamasi juga dimaksudkan untuk mencegah proses abrasi yang tengah berlangsung di pantai itu. (zal) ---  

sumber http://www.kompas.com

Related Post:

0 comments:

Post a Comment

 
www.e-referrer.com